Rabu, 18 Januari 2012

Indonesia Peringkat 4 Dari 10 Negara Dengan Korban Terbanyak Saat Perang Dunia Ke 2




Awal mula kenapa saya menulis blog ini, karena sebelumnya saya sudah nonton film The Pacific, (kalo ada yg belum tau atau belum nonton, the pasific ini film miniseri (10 episode) tentang perang dunia II di daerah pasifik yang berakhir dengan menyerahnya jepang ketangan sekutu.

Setelah nonton, saya jadi penasaran dengan berapa banyak jumlah korban warga sipil Jepang yang tewas akibat dari bom atom dan sepanjang perang dunia ke-2. Saya nemuin kalo warga sipil Jepang yang gugur sebanyak 600 Ribu jiwa.ini bukan jumlah yang sedikit.

Yang bikin saya kaget, saya juga nemu kalo sepanjang Perang Dunia ke-2 Negara kita merupakan Negara terbesar ke-4 dengan jumlah korban warga sipil sebanyak 4 Juta Jiwa. Dengan perkiraan jumlah penduduk saat itu 75 Juta jiwa. ini juga bukan jumlah yang sedikit.

Miris saya kalo membayangkan kehidupan rakyat Indonesia sebelum merdeka, mereka tidak bisa sesenang seperti hidup kita sekarang, mungkin hampir sama dengan kehidupan warga2 negara yang belum merdeka saat ini, contohnya hampir sama dengan negara Palestina mungkin...!!

Tapi saya juga bersyukur, saya lahir dan hidup setelah negara kita merdeka, tidak susah seperti dulu, walaupun kata orang negara kita belum merdeka dari kemiskinan, saya tetap saja bangga jadi warga Indonesia tercinta, tinggal bagaimana saya bisa membuat Indonesia yang bangga sama saya. he he. Walaupun itu susah dan perlu kerja keras bagi saya, saya mau mulai saja dari lingkungan saya sendiri (keluarga), supaya keluarga saya bangga sama saya, keinginannya seperti itu sih walopun sekarang belum terpenuhi sepenuhnya (koq jadi jadi curhat nih )

Balik lagi perang dunia ke-2, dengan besarnya perang tersebut pastinya juga ikut membawa korban dengan yang jumlah besar. Berikut ini daftar 10 Negara Terbesar dengan jumlah korban warga sipil terbanyak (jiwa)
Quote:
1. Uni Soviet ± 12,5 Juta
2. China ± 7 Juta
3. Polandia ± 5,2 Juta
4. Indonesia ± 4 Juta
5. Jerman ± 2 Juta
6. India ± 1.5 Juta
7. Indocina Perancis (Vietnam, Kamboja, Laos) ± 1 Juta
8. Jepang ± 600 Ribu
9. Yugoslavia ± 500 Ribu
10. Perancis ± 260 Ribu
Sedangkan Negara-negara dengan jumlah korban tentara terbanyak (jiwa)
Quote:
1. Uni Soviet ± 10.7 Juta
2. Jerman ± 5.5 Juta
3. Cina ± 3 Juta
4. Jepang ± 2 Juta
5. Yugoslavia ± 446 Ribu
6. Amerika Serikat ± 407 Ribu
7. Polandia ± 400 Ribu
8. Inggris ± 382 Ribu
9. Rumania ± 316 Ribu
10. Italia ± 306 Ribu
11. Hungaria ± 300 Ribu
12. Perancis ± 212 Ribu
Lihat daftar di atas, negara kita pada posisi ke 4 sebelum negara-negara lain.

Penulis: Johan Kamil
 
Mudah-mudahan bermanfa'at bagi saya pribadi dan bagi para pembaca pada umumnya.
Terima kasih.

Selasa, 17 Januari 2012

KEBUDAYAAN INDONESIA

 Mari kita mengenal kebudayaan bangsa kita tercinta



Berawal dari Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional adalah, Kebudayaan  yang berlandaskan Pancasila yaitu perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.
kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas.


Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda.seperti Rumah adat Rumah gadang, rumah adat sumatera barat


    * Aceh: Rumoh Aceh
    * Sumatera Barat: Rumah Gadang
    * Sumatera Selatan: Rumah Limas
    * Jawa: Joglo
    * Papua: Honai
    * Sulawesi Selatan: Tongkonan (Tana Toraja), Bola Soba (Bugis Bone), Balla Lompoa (Makassar Gowa)
    * Sulawesi Tenggara: Istana buton
    * Sulawesi Utara: Rumah Panggung
    * Kalimantan Barat: Rumah Betang
    * Nusa Tenggara Timur: Lopo
    * Maluku: Balieu (dari bahasa Portugis)
 
Tarian Pakarena di pulau Selayar pada masa Hindia Belanda

    * Aceh: Saman, Seudati
    * Sumatera Utara: Tortor (batak Toba & Simalungun), Tari Sapu Tangan , Tari Adok , Tari Anak , Tari Pahlawan , Tari Lagu Duo , Tari Perak , Tari Payung (Pesisir Sibolga/Tapteng)
    * Riau: Persembahan, Zapin, Rentak Bulian, Serampang Dua Belas
    * Kepulauan Riau: Madah Gurindam
    * Sumatera Barat: Tari Piring, Tari Payung, Tari Indang, Tari Randai, Tari Lilin
    * Jambi: Sekapur Sirih, Selampit Delapan
    * Bengkulu: Andun, Bidadei Teminang
    * Sumatera Selatan: Bekhusek, Tanggai
    * Lampung: Bedana, Sembah, Tayuhan, Sigegh, Labu Kayu
    * Jawa: Bedaya, Kuda Lumping, Reog
    * Bali: Kecak, Barong/ Barongan, Pendet
    * Maluku: Cakalele, Orlapei, Katreji
    * Betawi: Yapong
    * Sunda: Jaipong, Tari Topeng

Tari jaipong, Tarian daerah Jawa Barat

    * Timor NTT: Likurai, Bidu, Tebe, Bonet, Pado'a, Rokatenda, Caci
    * Sulawesi Selatan: Tari Pakkarena, Tarian Anging Mamiri, Tari Padduppa, Tari 4 Etnis
    * Sulawesi Tengah: Dero
    * Gorontalo : Tari Saronde , Tari Elengge ,Tari Dana-Dana ,Tari Polopalo ,Tari Pore-Pore
    * Irian Jaya: Musyoh, Selamat Datang, Yosim Pancar
    * Nias: Famaena

Lagu

  * Jakarta: Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan
    * Maluku: Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, Tanase
    * Melayu: Tanjung Katung
    * Aceh: Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit
    * Kalimantan Selatan: Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat
    * Nusa Tenggara Timur: Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku       Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa 
    * Sulawesi Selatan: Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong
    * Sumatera Utara: Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli
    * Papua/Irian Barat: Apuse, Yamko Rambe Yamko
    * Sumatera Barat: Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu
    * Jambi: Batanghari, Soleram
    * Jawa Barat: Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang
    * Kalimantan Barat: Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Sungai Sambas Kebanjiran, Alon-Alon
    * Sumatera Selatan: Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai
    * Banten: Dayung Sampan
    * Sulawesi Utara: Esa Mokan, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo
    * Jawa Tengah: Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, Stasiun Balapan
    * Nusa Tenggara Barat: Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
    * Kalimantan Timur: Indung-Indung
    * Jambi: Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang
    * Kalimantan Tengah: Kalayar
    * Jawa Timur: Keraban Sape, Tanduk Majeng
    * Bengkulu: Lalan Belek
    * Bali: Mejangeran, Ratu Anom
    * Sulawesi Tenggara: Peia Tawa-Tawa
    * Yogyakarta: Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah
    * Sulawesi Tengah: Tondok Kadadingku, Tope Gugu
    * Sulawesi Barat: Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
    * Gorontalo: Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi

Musik

    * Jakarta: Keroncong Tugu.
    * Maluku:
    * Melayu: Hadrah, Makyong, Ronggeng
    * Minangkabau:
    * Aceh:
    * Makassar: Gandrang Bulo, Sinrilik
    * Pesisir Sibolga/Tapteng: Sikambang
    * Jawa Barat: karawitan

 Alat musik Gamelan


    * Jawa: Gamelan, Kendang Jawa.
    * Nusa Tenggara Timur: Sasando, Gong dan Tambur, Juk Dawan, Gitar Lio.
    * Gendang Bali
    * Gendang Simalungun
    * Gendang Melayu
    * Gandang Tabuik
    * Sasando
    * Talempong
    * Tifa
    * Saluang
    * Rebana
    * Bende
    * Kenong
    * Keroncong
    * Serunai
    * Jidor
    * Suling Lembang
    * Suling Sunda
    * Dermenan
    * Saron
    * Kecapi
    * Bonang
    * Angklung
    * Calung
    * Kulintang
    * Gong Kemada
    * Gong Lambus
    * Rebab
    * Tanggetong
    * Gondang Batak
    * Kecapi
    * Kesok-Kesok

 Gambar

    * Jawa: Wayang.
    * Tortor: Batak

Patung

    * Jawa: Patung Buto, patung Budha.
    * Bali: Garuda.
    * Irian Jaya: Asmat.

 Pakaian

    * Jawa: Batik.
    * Sumatra Utara: Ulos, Suri-suri, Gotong.
    * Sumatra Utara, Sibolga: Anak Daro & Marapule.
    * Sumatra Barat/ Melayu:
    * Sumatra Selatan Songket
    * Lampung: Tapis
    * Sasiringan
    * Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur
    * Bugis - MakassarBaju Bodo dan Jas Tutup, Baju La'bu
    * Papua Timur : Manawou
    * Papua Barat : Ewer
    * NTT:

 Suara

    * Jawa: Sinden.
    * Sumatra: Tukang cerita.
    * Talibun: (Sibolga, Sumatera Utara)
    * Gorontalo: (Dikili)

 Sastra/tulisan

    * Jawa: Babad Tanah Jawa, karya-karya Ronggowarsito.
    * Bali: karya tulis di atas Lontar.
    * Sumatra bagian timur (Melayu): Hang Tuah
    * Sulawesi Selatan Naskah Tua Lontara
    * Timor Ai Babelen, Ai Kanoik

 Makanan
    * Timor: Jagung Bose, Daging Se'i, Ubi Tumis.
    * Sumatera bagian Barat: Sate Padang
    * Sumatera bagian Selatan: Pempek Palembang
    * Jakarta: Soto Betawi
    * Jogjakarta: Gudeg
    * Jawa Timur: Rawon
    * Gorontalo: Binde Biluhuta
    * Sulawesi Utara: Bubur Manado(Tinutuan)
    * Sulawesi Selatan: Coto Makassar, Pallubasa, Es pisang hijau

penulis: Johan Kamil

Mudah-mudahan dengan membaca blog ini, akan menambah kecintaan kita terhadap bangsa yang kita cintai ini, mudah-mudahan bermanfa'at untuk saya pribadi, dan bagi para pembaca pada umumnya, Terima kasih.

Bahasa Indonesia Telah Dipelajari Oleh 45 Negara di Dunia



Bahasa merupakan hal yang sangat penting di dalam melakukan komunikasi, suatu bangsa akan lebih dikenal apabila bahasa nasionalnya menjadi salah satu bahasa yang dipergunakan oleh bangsa lain di dunia.

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial, tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif, baiknya lagi jika Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara guna membangun untuk saling pengertian dan memperbaiki citra.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional.

“Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh, Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia bahkan anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.

Untuk kepentingan diplomasi dan menambah pengetahuan orang asing tentang bahasa Indonesia, menurut Dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan sehingga orang bisa mengakses dimana saja dan kapan saja.

Di samping itu keberadaan Pusat Kebudayaan Indonesia disejumlah negara sangat membantu dan penting. Negara-negara asing gencar membangun pusat kebudayaannya seperti China yang dalam tempo 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan, sedangkan bagi Indonesia untuk menambah dan membangun Pusat Kebudayaan terkendala anggaran dan sumber daya manusia yang handal.

Dalam sesi pleno sebelumnya Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang Politik Kebahasaan di Indonesia untuk Membentuk Insan Indonesia yang Cerdas Kompetitif di atas Fondasi Peradaban Bangsa mengatakan tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insan yang cerdas, kreatif,inovatif, dan berdaya saing baik lokal, nasional, maupun global.

Untuk memenuhi keperluan itu sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah) bahasa Indonesia dan bahasa asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya.

Dendy Sugono melukiskan kebutuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu untuk lokal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan, dan bahasa daerah, untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan, dan bahasa Indonesia, sedangkan untuk global dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan, dan bahasa asing.

Artinya dengan ini orang-orang Indonesia sudah bisa mempergunakan Bahasa Indonesia di 45 negara tersebut. 


Penulis : Johan Kamil
Saya rasa tidak semua rakyat indonesia bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, padahal Bahasa Indonesa adalah bahasanya negerinya sendiri. Mudah-mudahan dengan membaca artikel ini dapat menambah kecintaan kita akan Bahasa Indonesia, bahasa yang ditetapkan oleh para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928.

Terima kasih, mudah-mudahan bermanfa'at bagi pembaca pada umumnya.